ITB Mengembangkan Produk Tepung Olahan Singkong

Membaca peluang industri makanan sehat yang bebas gluten serta potensi singkong Indonesia, Teknik Pangan ITB mengembangkan produk antara singkong dalam bentuk tepung pangan singkong terfermentasi. Produk ini dinamakan Fermented Cassava Flour (Fercaf).

Fercaf merupakan pengembangan dari Mocaf, dengan penerapan proses yang standard melalui starter mikroba yang baik dan standard, dan proses yang higienis. Fercaf dapat dikatakan sebagai Mocaf generasi kedua.

Proses dimulai dengan pencucian, pengupasan, dan pemotongan singkong panen menjadi chip. Chip singkong kemudian direndam untuk difermentasi dengan bantuan mikroba starter selama 8 jam. Chip singkong hasil fermentasi kemudian dikeringkan sampai kandungan air di bawah 12 % dan digiling menjadi tepung Fercaf. Standard proses produksi fercaf telah dikembangkan mulai skala lab sampai skala industri komersial. Uji produksi dan komersialisasi produk telah dilakukan melalui kerja sama dengan PT CIE 79 (milik alumni ITB 79).
Fercaf merupakan produk tepung berkualitas tepung roti dan kue, dengan keistimewaan tidak mengandung gluten sehingga lebih sehat.

Pengembangan industri fercaf berpotensi meningkatkan serapan pasar singkong dan meningkatkan kesejahteraan petani singkong.

Pengelolaan pertanian singkong secara baik berpotensi mengahsilkan pendapatan yang lebih besar daripada menanam sawit. Lebih lanjut apabila produk fercaf dihargai sama dengan terigu curah, nilai tambah produk turunan singkong ini dapat mencapai 100%.

Berita Terkait