Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2019

Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) merupakan perlombaan teknik kimia se asia tenggara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB (HIMATEK-ITB) bekerja sama dengan Program Studi Teknik Kimia ITB. Pada IChEC tahun ini, yaitu IChEC 2019, menandai pelaksanaan IChEC yang ke-20 yang sebelumnya dikenal sebagai Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN). Tema yang diangkat pada IChEC 2019 ialah “BIOFUTURE: Be Involved in Our Findings Upon The Untouched Potential of Bioresources”. Tema ini diangkat karena besarnya potensi sumber daya nabati di Indonesia yang masih belum termanfaatkan dengan baik terutama dalam pemenuhan energi dan produk kimia dalam negeri.


IChEC 2019 terdiri dari dua acara utama, yaitu perlombaan dan seminar. Pada perlombaan IChEC 2019 terdapat lebih dari 200 peserta yang tersebar ke dalam lima kategori, yaitu: plant design, problem solving, essay, poster dan video. Mata lomba plant design, problem solving, dan essay hadir dalam Grand Final IChEC 2019 sedangkan poster dan video hanya terdiri pada satu tahap seleksi. Pada IChEC tahun ini ITB mendapatkan juara di semua mata lomba. Pada mata lomba plant design ITB meraih juara 1 atas nama Haditya Kukuh Purwanto (13016057), Farhan Hadi Taskaya (13016070), dan Safikri Aji Pratama (13016083). Kemudian pada mata lomba problem solving ITB meraih posisi kedua atas nama Qusairi Wardana Harahap (13016073) dan Muhammad Raihan Sirhindi (13016003). Lalu, pada mata lomba essay ITB meraih juara 1 dan 2 atas nama Ivant septiawarman (13016028) dan Putri Bunga Addini (13016107). Selanjutnya pada mata lomba poster ITB meraih juara ke-3 atas nama Aulia Salsyabil (13016027) dan Habibah Triannisa (13016102). Dan pada mata lomba video ITB meraih juara 3 atas nama Zoealya Nabilla Zafra (13016095), Vincent Augusta Primayudha (13017033), dan Odara Eka Aptari (13017102) serta People’s Choice atas nama Reyhan Fitri Ananda (13016215), Habibah Triannisa (13016102), Arief Rachman Widyanto (15117059).


Pada sesi seminar, topik yang diangkat adalah “The Development of Bioresources for Indonesia’s Sovereignity and Prosperity”. Seminar ini diisi oleh pembicara yang berasal dari pemerintah dan praktisi industri pelaku pengolahan nabati untuk produk-produk kimia dan energi. Pembicara dari pemerintah berasal dari BAPPENAS, yaitu Ibu Amalia Adininggar Widyasanti yang merupakan Staf Ahli Sinergi Ekonomi dan Pendanaan. Pada sesi ini subtopik yang diangkat ialah mengenai “Rencana Indonesia dalam Peningkatan Pemanfaatan Bahan Baku Nabati”. Praktisi Industri dalam pengolahan bahan nabati menjadi produk-produk kimia ialah Bapak Abun Lie yang merupakan Manajer Pelayanan Teknis Penelitian dan Pengembangan PT Ecogreen Oleochemicals. Beliau mengisi sesi kedua seminar dengan subtopik,”Pemanfaatan Bahan Baku Nabati pada Industri Oleokimia”. Dan sesi ke-3 seminar diisi oleh Bapak Andianto Hidayat yang merupakan Vice President of Planning Commercial, Pertamina Research and Technology Center serta Bapak Bayu Prabowo yang merupakan Ahli Renewable Energi Pertamina. Kedua pembicara ini mengisi subtopik mengenai “Pemanfaatan Bahan Baku Nabati menjadi Biofuel”. Seminar IChEC diadakan pada Hari Sabtu, 26 Oktober 2019 di Gedung CRCS lantai 3 Aula Multipurpose. Kegiatan IChEC 2019 ditutup dengan Gala dinner dan pengumuman juara di Ballroom Harris Hotel di hari yang sama dengan pelaksanaan seminar.

Berita Terkait