Tim Mahasiswa Teknik Kimia Memborong Predikat Juara Pada Ajang Chemical Engineering Research Competition 2021

Tim dari Teknik Kimia Insitut Teknologi Bandung berhasil memenangkan CERCo Scientific Paper Competition dengan ajang internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro. Tidak tanggung-tanggung, tim dari ITB memborong predikat juara 1, 2, dan 3 pada lomba tersebut. Juara 1 diperoleh oleh tim HAKA! yang diketuai Timotius Weslie (13018044) dengan anggota Bryan (13018079) dan Vincent Felixius (13018100) yang dibimbing secara langsung oleh Wibawa Hendra Saputera, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., dosen dari KK Energi dan Sistem Pemroses Teknik Kimia. Juara 2 diperoleh oleh tim Provoje dengan ketua Habibil Ghifary El Imam (13018075) dan anggota Desylionie Onggani Winata (13918099) yang juga dibimbing oleh Wibawa Hendra Saputera, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. Serta juara 3 diperoleh oleh Industrial Team dengan ketua Daud Aditya (13018059) dengan anggota Adhi Satriyatama (13018095) dan Henry Susilo (13019096) yang dibimbing oleh Jenny Rizkiana, ST. MT, PhD.

Karya ilmiah yang dibawakan oleh tim pertama berjudul “Urea-Lignite Composite Fertilizer as A Promising Innovation Towards Environmentally FriendlyAgriculture Industry”. Karya ini membahas alternatif penggunaan batubara sebagai bahan komposit dengan pupuk urea. Pupuk komposit ini dapat mengurangi proses denitrifikasi gas rumah kaca N2O serta meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk bagi tanaman. Pupuk ini juga lebih murah dibanding pupuk konvensional yang ada sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi petani di Indonesia.

Tim kedua membawa karya ilmiah dengan judul “Comparison of CO2 Capture for Indonesia’s Environmentally Friendly Yet Sustainable Power Plant: A Case Study of Coal Fired Power Plant” yang membahas tentang teknologi penangkapan CO2 atau carbon capture untuk PLTU Batubara. Proses penangkapan CO2 bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari PLTU, namun dengan menghasilkan produk yang bernilai jual. Proses yang diusulkan adalah absorpsi CO2 berbasis karbonasi mineral, yaitu menggunakan pelarut basa Ca(OH)2 dan gas CO2 didapatkan dari emisi gas buang PLTU Batubara. Produk yang dihasilkan antara lain berupa soda ash (Na2CO3), larutan CaCl2 yang umum digunakan untuk de-icing, dan air RO.

Dan tim ketiga membawa karya ilmiah dengan judul “Valorization of Carbon Dioxide Through Thermocatalytic Process into Value-Added Fuels Over Rice Husk Ash-Derived Zeolite Catalyst”. Karya ini menyajikan pengembangan terkini dalam sintesis hidrokarbon ringan melalui mekanisme termokatalitik (hidrogenasi). Simulasi proses, dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta prospeknya juga ditampilkan dalam makalah ini dengan pembahasan dan analisis yang komprehensif. Perangkat lunak simulasi proses, Aspen Plus V.8, digunakan untuk mengevaluasi neraca panas dan massa serta beberapa parameter ekonomis. Keluaran dari simulasi akan menjadi bagian dari parameter kelayakan proses ini untuk keperluan industrialisasi. Berdasarkan hasil tersebut, dengan jumlah bahan bakar yang dihasilkan, valorisasi CO2 menjadi bahan bakar bernilai tambah akan memungkinkan ekonomi sirkular dan jalur alternatif untuk memanfaatkan emisi gas rumah kaca

Mungkin Anda juga menyukai