Tiga Mahasiswa Teknik Kimia ITB Sabet Medali Perak PIMNAS XXXIII

Setelah sekian lama puasa medali, akhirnya mahasiswa Teknik Kimia FTI ITB berhasil menyabet medali perak pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIII yang diselenggarakan secara daring dengan Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah. Tim yang dipimpin oleh Adhi Satriyatama dan beranggotakan Ignatius Dozy Mahatmanto Budi dan Zulfah Amala ini dibimbing secara langsung oleh Wibawa Hendra Saputera, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., dosen dari KK Energi dan Sistem Pemroses Teknik Kimia.

Tim yang semuanya beranggotakan mahasiswa angkatan 2018 ini mengangkat judul review “Fotokonversi Gas Buang CO₂ menjadi Metanol Berbasis Katalis TiO₂ Termodifikasi Zeolit dari Abu Terbang Batubara.” Judul ini diangkat mengingat konsentrasi karbon dioksida di atmosfer yang semakin meningkat sehingga perlu dilakukan upaya untuk mengonversi karbon dioksida menjadi senyawa kimia yang lebih bermanfaat. Selain itu, abu terbang batubara yang selama ini belum diolah dan ditangani secara maksimal juga ternyata memiliki kandungan SiO2 dan Al2O3 yang potensial dikembangkan sebagai material zeolit untuk mendukung material TiO₂. Selain itu, pemilihan produk metanol didasarkan pada kegunaan metanol yang sangat luas pada berbagai aspek dan kebutuhan metanol dalam negeri yang masih dipenuhi melalui impor.

Proses hingga meraih medali ini bukanlah perkara mudah. Tim termuda yang lolos dalam bidang PKM-PE (Penelitian Eksakta) dari ITB ini harus bersaing dengan sekitar 65.000 proposal dari ribuan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mendapatkan insentif penelitian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bersama dengan 4.225 tim seluruh Indonesia, tim ini berhasil mendapatkan insentif tersebut. Setelah pembuatan narrative review, laporan kemajuan dan akhir, serta evaluasi di depan juri saat PKP2 (Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM), akhirnya perwakilan dari Teknik Kimia ITB ini berhasil masuk ke PIMNAS bersama 624 tim lainnya. Setelah masuk ke PIMNAS, mereka harus membuat poster, artikel ilmiah untuk dimasukkan ke jurnal, dan studi lebih lanjut untuk memperkaya pemahaman akan isu yang dibawa. Evaluasi oleh juri baik secara administratif maupun konten memang tergolong sangat komprehensif. Namun, tiga mahasiswa ini berhasil membuktikan bahwa mereka merupakan salah satu tim terbaik dalam ajang tahunan paling bergengsi di dunia mahasiswa Indonesia.

Meski pandemi, gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIII tetap digelar tahun ini yang mengusung tema “Menempa Generasi Kreatif dan Mandiri di Masa Pandemi Dengan Semangat Kampus Merdeka”. Terbukti, pandemi tidak pernah menyurutkan minat mahasiswa untuk melakukan inovasi untuk negeri.

Berita Terkait